Lionel Messi kembali membuat gebrakan di dunia sepak bola. Pada laga Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026, ia mencetak dua gol yang mengukuhkannya sebagai top skor Piala Dunia sepanjang masa dengan 18 gol. Rekor sebelumnya dipegang Miroslav Klose dengan 16 gol sejak Piala Dunia 2014.
Yang menarik dari pencapaian ini adalah konsistensi Messi selama 20 tahun karier internasionalnya. Ia pertama kali tampil di Piala Dunia 2006 sebagai pemain muda berbakat, dan kini di usia 39 tahun ia masih menjadi mesin gol utama Argentina. Dari 6 edisi Piala Dunia yang ia ikuti, Messi selalu mencetak gol di setiap turnamen kecuali edisi 2010.
Dari segi teknis, gol pertama Messi melawan Austria menunjukkan kemampuannya membaca permainan. Ia memanfaatkan celah di lini pertahanan Austria yang terlalu tinggi, kemudian menyelesaikan dengan first-time shot menggunakan kaki kiri. Gol kedua adalah bukti ketenangannya di bawah tekanan, mengontrol bola di kotak penalti sebelum melepaskan tembakan terarah ke pojok gawang.
Perbandingan dengan Klose menarik untuk dianalisis. Klose mencetak 16 gol dalam 24 penampilan di 4 edisi Piala Dunia, sementara Messi butuh 28 penampilan di 6 edisi untuk mencapai 18 gol. Namun Messi unggul dalam hal variasi gol: ia mencetak lebih banyak gol dari luar kotak penalti dan lebih banyak assist dibanding Klose.
Dampak rekor ini terhadap persaingan top skor Piala Dunia 2026 juga signifikan. Messi memimpin dengan 3 gol, unggul atas Deniz Undav dan Jonathan David yang masing-masing mengoleksi 3 gol. Namun dengan Argentina yang sudah lolos, Messi berpotensi menambah gol di babak knockout dan memperlebar jarak.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, momen ini menjadi pengingat bahwa kita sedang menyaksikan salah satu pemain terbesar dalam sejarah olahraga ini. Rekor Messi mungkin akan bertahan lama mengingat tidak banyak pemain aktif yang mendekati angka 18 gol di Piala Dunia.
Saran Link Internal: Sejarah Rekor Piala Dunia | Profil Lionel Messi | Jadwal Piala Dunia 2026
Komentar
Posting Komentar