Langsung ke konten utama

PP 19/2026 Buka Keran APBN untuk Danantara - Pengamat Khawatirkan Defisit Membengkak | Kicau Pagi

📋 RINGKASAN: PP 19/2026 memungkinkan Danantara menerima suntikan modal dari APBN dalam bentuk dana segar, barang milik negara, dan aset. Ekonom menilai kebijakan ini kontraproduktif karena Danantara belum menunjukkan kinerja transparan. ICW mencatat laporan keuangan 2025 Danantara belum dipublikasikan hingga Juni 2026.
Dokumen keuangan dan kalkulator di meja

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2026 merevisi PP 10/2025 tentang organisasi dan tata kelola Danantara. Salah satu perubahan paling krusial adalah dimasukkannya pasal 31A yang mengatur penyertaan modal negara kepada holding investasi Danantara. Sumber dana berasal dari APBN, dan bentuknya mencakup dana segar, barang milik negara, hingga aset negara lainnya. Salinan dokumen PP ini baru dapat diakses publik beberapa hari terakhir, menimbulkan pertanyaan tentang transparansi proses legislasi.

Ekonom dari Bright Institute, Andri Perdana, menyoroti bahwa Danantara sebelumnya sudah mengambil dividen BUMN yang merupakan hak kas negara. Revisi UU BUMN kemudian menghilangkan skema tersebut. Kini dengan PP 19/2026, Danantara mendapatkan akses baru ke APBN. Pola ini menunjukkan bahwa Danantara terus mencari sumber pendanaan tanpa harus membuktikan kemampuannya menghasilkan keuntungan secara mandiri.

Dampak terhadap pasar modal sudah mulai terlihat. Analis pasar mencatat peningkatan volatilitas di bursa saham Indonesia sejak kabar PP 19/2026 beredar. Investor asing cenderung wait-and-see, menunggu kejelasan lebih lanjut tentang mekanisme pengawasan Danantara. Jika kepercayaan investor terus menurun, aliran modal asing ke Indonesia berpotensi terhambat, yang pada gilirannya mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Indonesia Corruption Watch (ICW) melalui peneliti Seira Tamara menekankan bahwa ketiadaan laporan keuangan Danantara edisi 2025 menjadi indikator serius kurangnya akuntabilitas. Lembaga yang mengelola aset triliunan rupiah seharusnya memiliki standar transparansi setinggi mungkin. ICW mendesak publikasi laporan keuangan Danantara sebagai langkah awal membangun kepercayaan publik dan investor.

Celios dalam analisisnya menyebutkan bahwa struktur pengawasan Danantara tidak sebanding dengan besarnya aset yang dikelola. Dengan valuasi mencapai US$ 1.000 miliar, Danantara seharusnya memiliki mekanisme checks and balances yang ketat. Tanpa itu, risiko korupsi dan penyalahgunaan wewenang menjadi ancaman nyata bagi keuangan negara.

Saran Link Internal: Dampak PP 19/2026 terhadap Pasar Modal Indonesia | Transparansi BUMN: Belajar dari Kasus Danantara | Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian Fiskal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Regeringens förordning 19/2026 öppnar statsbudgeten för Danantara - Ekonomer varnar för vÀxande underskott | Kicau Pagi

📋 SAMMANFATTNING: Indonesiens PP 19/2026 tillĂ„ter Danantara att ta emot statsbudgetmedel i form av kontanter, statliga tillgĂ„ngar och varor. Ekonomer ser detta som kontraproduktivt eftersom Danantara inte har visat transparenta resultat. ICW rapporterar att Danantaras finansiella rapporter för 2025 fortfarande inte har publicerats i juni 2026. Regeringens förordning nummer 19 frĂ„n 2026 reviderar PP 10/2025 om Danantaras organisation och styrning. Den mest kritiska förĂ€ndringen Ă€r införandet av artikel 31A, som reglerar statligt kapitaltillskott till investmentbolaget Danantara. FinansieringskĂ€llorna kommer frĂ„n APBN och omfattar kontanta medel, statligt Ă€gda varor och andra statliga tillgĂ„ngar. Kopior av denna förordning har blivit allmĂ€nt tillgĂ€ngliga först under de senaste dagarna, vilket vĂ€cker frĂ„gor om lagstiftningens transparens. Andri Perdana, ekonom vid Bright Institute, pĂ„pekar att Danantara redan hade tagit BUMN-utdelningar som rĂ€tteligen tillhörde statskassan. Revisi...

Regierungsverordnung 19/2026 öffnet Staatshaushalt fĂŒr Danantara - Ökonomen warnen vor wachsendem Defizit | Kicau Pagi

📋 ZUSAMMENFASSUNG: Die indonesische PP 19/2026 erlaubt Danantara, Mittel aus dem Staatshaushalt in Form von Bargeld, Staatsvermögen und GĂŒtern zu erhalten. Ökonomen sehen dies als kontraproduktiv, da Danantara keine transparente Leistung gezeigt hat. ICW berichtet, dass Danantaras Jahresabschluss 2025 bis Juni 2026 unveröffentlicht bleibt. Die indonesische Regierungsverordnung Nummer 19 von 2026 revidiert die PP 10/2025 zur Organisation und Governance von Danantara. Die kritischste Änderung ist die Aufnahme von Artikel 31A, der die staatliche Kapitalbeteiligung an der Investment-Holdinggesellschaft Danantara regelt. Die Finanzierungsquellen stammen aus dem APBN und umfassen frische Mittel, staatliche GĂŒter und andere Staatsvermögen. Kopien dieser Verordnung sind erst in den letzten Tagen öffentlich zugĂ€nglich geworden, was Fragen zur Transparenz des Gesetzgebungsprozesses aufwirft. Der Wirtschaftswissenschaftler Andri Perdana vom Bright Institute hebt hervor, dass Danantara ber...